Interaksi Sosial: Pengertian, Ciri, Bentuk, Faktor, dan Syaratnya

Interaksi Sosial: Pengertian, Ciri, Bentuk, dan Syaratnya

Masmalven.com - Pengertian Interaksi Sosial adalah hubungan sosial yang dinamis yang berupa hubungan  antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok serta individu dengan kelompok.

Interaksi sosial bisa kita temukan dalam kehidupan sehari-hari. Manusia adalah makhluk sosial, yang sangat memerlukan interaksi sosial. Interaksi ini berlangsung selama seumur hidup di kalangan masyarakat.

Kita ambil contoh, sepasang kekasih yang sedang mengobrol satu sama lain dapat kita kategorikan sebagai suatu interaksi sosial, karena ada hubungan aksi dan reaksi antara kedua orang tersebut. Hal ini termasuk interaksi sosial individu dengan individu. Untuk interaksi sosial antar kelompok dapat kita contohkan dengan pertandingan sepak bola antar dua kesebelasan. Interaksi sosial antara individu dengan kelompok seperti ketika guru sedang mengajar di dalam kelas. Guru ini bisa dikatakan individu, dan murid-muridnya dikategorikan sebagai satu kelompok.


Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

Beberapa para ahli mendefinisikan interaksi sosial dengan berbagai pengertian.

Georg Simmel (2002)

Menurut Georg Simmel (2002), mengatakan bahwa interaksi sosial merupakan sejumlah masyarakat yang berinteraksi dan membentuk kesatuan yang permanen atau sementara.

John Phillip Gillin dan John Lewis Gillin

Menurut John Phillip dan John Lewis Gillin, mendefinisikan interaksi sosial melalui Cultural Sociology, a Revision of An Introduction to Sociology (1945). Menurut pendapat keduanya, interaksi sosial adalah hubungan sosial yang bersifat dinamis dan menyangkut orang perseorangan, kelompok dengan kelompok, hingga perseorangan dengan kelompok.

Soerjono Soekanto

Menurut Soerjono Soekanto, Interaksi Sosial adalah hubungan sosial yang dinamis yang berkaitan dengan hubungan antara individu dengan individu, kelompok dengan kelompok, maupun individu dengan kelompok.

Macionis

Menurut Macionis, interaksi sosial adalah proses dimana orang-orang beraksi dan bereaksi satu sama lain dalam suatu hubungan atau relasi.

Kimball Young dan Raymond W. Mack

Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack, pengertian interaksi sosial adalah hubungan sosial antara individu dengan perorangan atau kelompok atau hubungan kelompok dengan kelompok secara dinamis.


Ciri-Ciri Interaksi Sosial

Interaksi sosial ini memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri. Berikut ciri-ciri dalam interaksi sosial.

1. Jumlah pelaku lebih dari satu orang, dalam hal ini interaksi akan membutuhkan aksi dan reaksi. Jika seseorang tersebut memberi aksi atau tindakan, maka tindakan tersebut harus direspon oleh orang lain.

2. Interaksi sosial bisa menggunakan komunikasi dengan simbol-simbol tertentu. Arti dari simbol ini adalah Bahasa yang digunakan untuk berkomunikasi. Simbol yang disampaikan harus dipahami oleh masing-masing pihak yang berinteraksi agar komunikasi berjalan dengan lancar.

3. Interaksi sosial juga ada dimensi waktu yaitu masa lalu, masa kini dan masa depan. Artinya setiap interaksi sosial terdapat konteks waktu yang menentukan batasan dari interaksi tersebut.

4. Adanya tujuan yang ingin dicapai. Pihak-pihak yang berinteraksi tentu memiliki tujuan-tujuan yang ingin dicapai. Tapi, tidak menutup kemungkinan bahwa ada tujuan-tujuan yang berbeda di kedua belah pihak. Dari tujuan tersebut dapat menentukan apakah interaksi tersebut akan mengarah kepada kerja sama atau mengarah kepada pertentangan.


Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Interaksi Sosial

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses terjadinya interaksi sosial. Berikut beberapa faktor tersebut:

1. Imitasi

Imitasi adalah suatu tindakan seseorang yang meniru orang lain. Tindakan yang ditiru ini beragam bentuknya, misalnya gaya berpakaian, gaya berbicara, bahasa, dan lain-lain. Contohnya, ketika seorang anak meniru bahasa yang sedang tren atau bahasa gaul seperti kuy, mantul, santuy dan kata lainnya dari tokoh atau public figure yang ada di televisi atau Youtube.

2. Sugesti

Sugesti ini semacam pandangan, pendapat atau sikap yang diberikan oleh seseorang, dan diterima oleh pihak lainnya. Contohnya, saat seseorang membeli produk makanan beku untuk jus seperti strawberry frozen setelah terpengaruhi oleh pandangan iklan yang mengatakan bahwa jika membeli produk tersebut maka dapat menjaga kesehatan jantung, penuaan dini pada kulit dan memperkuat daya tahan tubuh.

3. Identifikaksi

Identifikasi adalah semacam kecenderungan seseorang untuk menjadi sama dengan orang lain. Berbeda dengan imitasi. Contohnya, seseorang tersebut rela menghabiskan uangnya untuk operasi plastik dan merawat gigi agar terlihat menawan seperti artis idola lainnya.

4. Simpati

Simpati adalah keadaan dimana seseorang merasa tertarik dengan pihak lain. Seseorang yang memiliki simpati akan lebih mudah merasakan perasaan yang sedang dialami oleh pihak lain, misalnya ketika terjadi bencana alam, seseorang akan turut merasakan kesedihan dari para korban bencana alam, meskipun orang tersebut tidak mengalami bencana secara langsung.

Bentuk simpati yang lebih mendalam biassa dikenal dengan istilah empati. Saat berempati, seseorang akan menunjukkan tindakan langsung misalnya dalam kasus bencana, seseorang yang tidak terkena bencana akan bersedia menjadi relawan di lokasi bencana dan ada juga yang memberikan bantuan.


Bentuk Interaksi Sosial

Ada dua bentuk interaksi sosial yaitu bentuk interaksi sosial asosiatif dan disosiatif.

1. Bentuk Interaksi Sosial Asosiatif

Kerja sama adalah salah satu bentuk dari proses asosiatif. Kerja sama terjadi, bila pihak yang memiliki suatu kepentingan bersama atau persamaan tujuan. Kerja sama bisa disebut dengan istilah cooperation. berikut beberapa bentuk kerja sama antara lain.

  • Koalisi, bergabungnya dua atau lebih organisasi yang memiliki kepentingan bersama. Contohnya, gabungan beberapa partai politik dalam suatu koalisi untuk memenangkan pemilihan umum.
  • Tawar-menawar (bargaining), pelaksanaan perjanjian tukar menukar barang atau jasa antara dua pihak atau lebih. Proses ini berupa pertukaran sumber daya dalam bentuk tawar menawar antar pihak-pihak yang bersangkutan guna mencapai kesepakatan bersama.
  • Kooptasi, proses penerimaan unsur-unsur baru dalam suatu sistem organisasi. Tujuannya, untuk menjaga stabilitas internal organisasi.
  • Join Venture, kerja sama yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam proyek tertentu. Tujuannya, untuk meningkatkan pendapatan perusahaan yang bersangkutan.


Nah, bentuk kedua dari kerja sama adalah akomodasi. Akomodasi merupakan upaya-upaya untuk meredakan pertentangan yang terjadi. Tujuannya, utnuk mencapai keseimbangan dan mencegah membesarnya suatu pertentangan. Berikut bentuk akomodasi antara lain.

  • Koersi (Coercion), bentuk akomodasi yang dipaksakan atau proses akomodasi yang terjadi karena adanya paksaan.
  • Kompromi, pihak yang terlibat saling mengurangi tuntutan.
  • Arbitrasi, proses akomodasi yang mengundang pihak ketiga yang lebih tinggi kedudukannya untuk membantu menyelesaikan masalah.
  • Mediasi, bentuk akomodasi yang meneyerupai arbitrasi, namun pihak ketiga hanya berperan sebagai pemberi nasihat dan tidak memiliki wewenang untuk mengambil keputusan.
  • Konsiliasi, upaya untuk mempertemukan kepentingan pihak yang berselisih dan mencari penyelesaian bersama.
  • Toleransi, upaya akomodasi secara informal. Masing-masing pihak akan saling bertoleransi demi menjaga hubungan yang baik.
  • Stalemate, dengan menyeimbangkan kekuatan pihak yang terlibat. Dengan menyeimbangkan kekuatan, penyelesaian permasalahan dapat terjadi dengan sendirinya.
  • Ajudikasi, upaya akomodasi melalui pengadilan.


Bentuk ketiga dari kerja sama adalah asimilasi. Asimilasi merupakan gabungan dua budaya atau lebih sehingga menghasilkan budaya baru. Dalam proses asimilasi ini, budaya baru yang sudah terbentuk akan benar-benar berbeda dari budaya yang ada sebelumnya. Proses asimilasi ini seringkali disamakan dengan proses akulturasi, pada sebenarnya berbeda. Proses akulturasi sendiri adalah proses dimana dua budaya atau lebih saling berinteraksi, namun batasan-batasan perbedaan budaya tidak hilang dan masing-masing budaya tetap mempertahankan keunikannya masing-masing.


2. Bentuk Interaksi Sosial Disosiatif

Bentuk yang berlawanan dengan proses asosiatif adalah proses disosiatif, yang mengarah pada pertentangan. Berikut bentuk-bentuk proses disosiatif antara lain.

  • Persaingan atau Kompetisi, proses dimana pihak yang terlibat bersaing untuk memperebutkan sesuatu. Hal-hal yang diperebutkan beragam bentuknya, misalnya keuntungan, sumber daya, status dll.
  • Kontravensi, bentuk proses disosiatif yang lebih tinggi dibandingkan persaingan, namun belum sampai pertentangan. Mulai dari penolakan, penyangkalan, penghasutan, dan pengkhianatan.
  • Pertentangan atau konflik, proses disosiatif dimana pihak yang terlibat berusaha mencapai tujuannya dengan upaya menantang atau menyerang lawan. Menurut pendapat Soerjono Soekanto, penyebab konflik adalah perbedaan individu, perbedaan kebudayaan atau nilai, perbedaan kepentingan, dan perubahan sosial. Meski lebih sering membawa dampak negatif seperti kerusakan materi dll, konflik juga dapat membawa dampak positif. Dampak positif konflik adalah semakin menguatnya solidaritas dalam satu kelompok karena adanya musuh bersama.


Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Terdapat syarat-syarat yang harus terpenuhi agar interkasi tersebut terjadi. Ada dua syarat terjadinya interaksi sosial, mulai dari kontak sosial dan komunikasi.

  • Kontak berasal dari bahasa latin cum atau con yang artinya bersama-sama, dan tango dan tangere yang artinya menyentuh. Jika diartikan secara harafiah maka kontak artinya bersama-sama menyentih. Meski secara harafiah diartikan secara bersama-sama menyentuh, tapi kenyatannya kontak yang terjadi tidak harus selalu bersentuhan. Kontak sosial akan terjadi apabila ada aksi dan reaksi antar pihak yang berkontak.
  • Ada dua kontak sosial menurut cara dan tingkatannya, yakni kontak sosial primer dan kontak sosial sekunder. Kontak sosial primer adalah terjadi secara langsung dengan bertatap muka, misalnya berbicara, saling menyapa, dan bersalaman. Kontak sosial sekunder adalah terjadi melalui suatu perantara. Kontak sosial sekunder juga terbagi menjadi dua, yakni sekunder langsung dan sekunder tidak langsung. Kontak sosial sekunder langsung yakni ketika kedua pihak berkontak menggunakan media secara langsung misal telepon dan video call.
  • Kontak sosial sekunder tidak langsung adalah ketika pihak yang berkontak menggunakan pihak ketiga untuk berinteraksi menggunakan media namun tidak secara langsung berhubungan, misalnya saling mengirim surat. Jika menurut sifat atau bentuknya, kontak sosial terbagi menjadi kontak sosial negatif dan kontak sosial positif. Kontak sosial negatif yaitu kontak sosial yang mengarah ke pertentangan dan merusak hubungan yang telah ada misalnya perkelahian. Kontak sosial positif yaitu kontak sosial yang mengarah ke bentuk kerja sama dan memperkuat hubungan yang ada misalnya kegiatan kerja bakti.

Syarat yang kedua dari interaksi sosial adalah komunikasi. Komunikasi ada penyampaian dan pertukaran pesan. Terdapat lima unsur dalam komunikasi yaitu komunikator (pihak yang menyampaikan pesan), komunikan (pihak yang menerima pesan), pesan, media, dan efek atau pengaruh dari pesan yang disampaikan

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel