Pengertian Mesin Pencari: Fungsi, Cara Kerja dan Macam-Macamnya

Pengertian Search Engine, Fungsi, Cara Kerja, dan Macam-Macam

Masmalven.com - Mungkin dari Anda pernah bertanya Apa Fungsi dari Search Engine dalam aktivitas online? Bagaimana search engine dapat membantu melancarkan bisnis Anda?

Penjelasannya akan sangat panjang, tapi kami coba rangkum jawaban dari pertanyaan tersebut.

Pada artikel tentang Panduan Dasar SEO, kami sudah menjelaskan sedikit tentang search engine. Pada artikel ini kami akan membahas fungsi search engine dan bagaimana cara kerja search engine.

Di bagian akhir artikel, kami memberikan tambahan terkait contoh algoritma dan search engine.

Sebelum mulai, kita kenali terlebih dahulu definisi search engine.

Apa Itu Search Engine?
Pengertian Mesin Pencari
(Search Engine) adalah program komputer yang dirancang untuk mencari dan mengidentifikasi informasi di dalam database yang sesuai dengan kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna.

Berkas-berkas yang tersimpan atau database ini berisi alamat dan konten situs-situs tertentu yang ada di World Wide Web (www).

Setelah mendapatkan informasi, search engine akan menampilkan hasil pada search engine result page (SERP). Semakin baik search engine, maka semakin relevan informasi yang akan ditampilkan.

Search engine sebagai program online memanfaatkan jaringan internet. Ketika pengguna internet mengaksesnya maka search engine akan menggali informasi tentang berbagai konten website/blog di seluruh dunia serta menampilkannya.

Fungsi Search Engine Fungsi search engine adalah menyediakan atau menampilkan informasi berdasarkan kata kunci yang dimasukkan oleh pengguna. Fungsi tersebut sesuai dengan cara kerja search engine yakni mendaftar/mengindeks/mendata (biasa dikenal dengan crawling) situs yang ada di internet.

Meski tidak semua situs yang aktif di indeks pencarian search engine, tapi banyak pemilik situs web/blog dengan sengaja membiarkan situsnya terindeks oleh search engine.

Tujuannya, ketika seseorang mencari situs di search engine maka situs web/blog akan muncul di hasil pencarian. Ini juga dapat menjadi salah satu teknik pemasaran produk (marketing) yang bagus.

1. Indeks Alamat dan Konten di Situs Fungsi dari search engine yang pertama adalah mengindeks alamat dan konten situs web/blog yang berada di jaringan internet. Nantinya "Bot" atau "Crawler" yang ada di search engine akan menjelajahi internet dan mendata situs web/blog melalui alamat hyperlink nya.

Setelah itu, data yang diperoleh disimpan dan menghasilkan daftar indeks situs web/blog yang sangat besar. Salah satunya Google, yang merupakan search engine terbesar di dunia di tahun 2017 sudah mempunyai lebih dari 130 triliun halaman situs web.

Memang, tidak semua halaman situs web/blog dicatat oleh search engine. Dari hasil pencarian, hanya halaman-halaman tertentu yang akan ditampilkan seperti pemilik memberikan izin untuk dapat di crawling.

2. Menyediakan Informasi dengan Kata Kunci Lalu, apa yang akan dilakukan search engine setelah memperoleh informasi dan konten dari berbagai situs web/blog tersebut? Tentunya, untuk memudahkan pengguna internet untuk memperoleh informasi yang dicari.

Sekarang ini, banyak orang mencari informasi melalui mesin pencari. Setiap harinya, lebih dari 4 milyar pencari yang dilakukan di mesin pencari Google. Hampir semua informasi ada di mesin pencari seperti Google.

Nah, semakin banyak pengguna yang menggunakan mesin pencari untuk mencari informasi, maka peluang untuk mempromosikan produk semakin terbuka melalui internet ini. Tidak bisa dipungkiri, saat ini perusahaan atau pemilik usaha menggunakan media online sebagai sarani promosi produk atau memasarkan produk mereka.

3. Media Pemasaran Fungsi dari search engine sekarang ini banyak dipelajari sebagai media pemasaran mereka. Dengan bertambahnya jumlah pengguna dengan pencarian setiap detiknya membuat mesin pencari menjadi media pemasaran modern.

Penguna internet dapat mencari apa saja melalui mesin pencari, termasuk barang-barang yang ingin mereka beli. Dengan adanya mesin pencari, semua informasi bisa kita dapatkan dengan mudah.

Perusahaan atau pemilik usaha hanya tinggal membuat konten yang menarik, dan membuatnya terindeks oleh mesin pencari. Lalu, kita tinggal menunggu beberapa saat atau beberapa hari sampai mesin pencari mengenalinya. Saat seseorang melakukan pencarian dengan kata kunci tertentu maka akan ditampilkan produk atau konten sesuai dengan pemilik usaha buat.

Contohnya, saat pengguna melakukan pencari di Search Engine Google dengan kata kunci "jual blog murah", maka akan muncul konten atau layanan yang berhubungan dengan jual blog murah. Anda juga dapat mengunakan Google Ads untuk mendapatkan prioritas pada saat pengguna melakukan pencarian menggunakan kata kunci tertentu.

Content Marketing ini bisa menjadi metode pemasaran yang menarik untuk dipelajari dan digunakan. Para pemilik usaha dan pengusaha sudah paham peran dari mesin pencari ini sebagai media pemasaran yang menarik untuk dicoba. Apakah Anda sudah siap untuk mencobanya?

Mesin pencari tidak hanya Google saja, namun ada beberapa mesin pencari yang bisa Anda coba untuk memasarkan produk atau layanan. Tapi, untuk saat ini mesin pencari yang paling banyak penggunannya yakni Google saja. Jadi, bisa kita katakan Google adalah lahan untuk marketing online.

Cara Kerja Search Engine Ada 3 tahapan utama dalam search engine yaitu crawling, indexing, dan ranking. Yuk pelajari satu per satu tahapan berikut ini.

1. Crawling Tahapan pertama ini, search engine melakukan proses pengumpulan data untuk disimpan di database mereka. langkah-langkah ini dilakukan sebelum pengguna mengakses website di search engine tersebut.

Kita kenal dengan Robot dari mesin pencari (Crawler), ini akan menjelajahi website/blog di seluruh dunia dan mencari konten baru untuk dikumpulkan di database. Tak hanya itu, crawler ini juga akan mencari konten yang di update dan menyimpan versi terbaru dari konten tersebut.

Bukan berarti search engine akan menyimpan versi asli konten tersebut, tapi crawler hanya akan mengikuti tautan demi tautan yang ada di sebuah website/blog. Tautan ini bisa berupa artikel, dokumen PDF, gambar dan video.

2. Indexing Banyak informasi tersimpan di database dan search engine akan melakukan proses indexing. Sesuai dengan namanya "indexing", proses ini akan mengelompokkan informasi sesuai dengan kategori yang sama. Tujuannya, untuk memudahkan menampilkan hasil saat diminta oleh pengguna internet.

Proses indexing ini bisa meliputi lokasi pencarian, bahasa yang digunakan dan kata kunci. Dengan cara tersebut, proses pencarian di database dapat dilakukan dengan cepat.

3. Ranking Tahapan berikutnya adalah menampilkan hasil pencarian sesuai dengan urutan. Proses ini bisa disebut ranking.

Meski search engine dapat memberikan hasil hingga ratusan atau jutaan daftar, kenyataannya 90% pengguna internet hanya melihat hasil yang muncul dihalaman pertama saja.

Dengan data tersebut, search engine Google berusaha untuk menampilkan hasil terbaik dan relevan di halaman pertama. Alasannya, ketika pengguna tidak berhasil menemukan informasi yang diperlukan bisa jadi mereka tidak percaya lagi pada search engine.

Namun bagi pebisnis, berada di halaman pertama search engine result page (SERP) merupakan faktor penting bagi peningkatan bisnis. Tak heran jika banyak upaya untuk peningkatan optimasi mesin pencari (SEO) yang terus dilakukan.

Macam-Macam Search Engine Di dunia, Google meruapakan search engine terbesar. Di bawahnya ada Bing, Yahoo!, dan Duck Duck Go.

Tak hanya itu, ada search engine yang populer di negara tertentu, seperti Baidu (Cina), Yandex (Rusia) dan Naver (Korea Selatan).

Berapa prosentase penggunanya? Berikut ini data terbaru yang Mas Malven rangkum dari NetMarket Share:

1. Google (71.24%) Di urutan pertama, Google menguasai setidaknya 71.24% pencarian desktop di seluruh dunia. Untuk pencarian mobile kurang lebih 92.33% pencarian.

Dari banyaknya pengguna yang memanfaatkan Google sebagai mesin pencari, Google.com menjadi salah satu situs paling banyak dikunjungi berdasarkan Alexa Ranking.

2. Bing (12.69) Bing adalah situs mesin pencari yang dikembangkan oleh Microsoft. Sebelumnya, Microsoft telah mengembangkan beberapa sistem pencari lain seperti MSN Search, Windows Live Search, dan Live Search. Reinkarnasi ini adalah untuk menyaingi saingan terbesar mereka yaitu Google.

Mesin pencari Bing merupakan default yang ada di sistem operasi Windows. Sampai sekarang ini, pangsa pasarnya sudah lebih besar dari Yahoo!.

3. Baidu (11.36%)
Baidu didirikan tahun 2000, dan menjadi situs pencarian yang populer di Cina. Mesin pencari ini selalu melayani milyaran pencarian setiap bulannya.

Dari angka tersebut tak banyak berubah meski Baidu hanya fokus pada segmen lokal saja. Berbeda dengan strategi yang diterapkan oleh Google.

Mesin pencari Baidu dikabarkan sudah menguasai tak kurang dari 80% pasar pencarian online di China. Sedangkan Google hanya mendapatkan kurang lebih 10%.

4. Yahoo! (2.15%)
Dulu, dunia teknologi informasi didapatkan oleh Yahoo!. Namun, perusahaan yang "dulu" sempat besar ini sudah mulai hilang peminatnya. Dari tahun 2000, layanan ini menjadi layanan yang sangat terkenal dan mengenalkan pengguna tentang email, chat, dan program mesin pencarian.

Saat ini Yahoo! hanya menyisakan pangsa pasar sebesar 2.15%, sangat berbeda jauh dari Google yang dulunya sempat ditawarkan ke Yahoo.

5. Yandex (1.50%)
Perusahaan Yandex ini berada di Rusia yang juga mengembangkan mesin pencari sendiri yang bernama Yandex Search. Mesin pencari yandex ini memproses lebih dari 4.5 milyar pencarian setiap bulannya. Untuk pangsa pasar di seluruh dunia sebesar 1.50% sangat jauh dibandingkan Google.

Segmen dari Yandex ini hanya dikalangan orang Rusia. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi orang-orang di Rusia. Meski sudah ada Google yang menjadi raja mesin pencari di seluruh dunia.

Kesimpulan Search Engine (mesin pencari) ini menjadi teknologi yang sangat berguna saat ini dan dimasa mendatang. Kemungkinan, teknologi ini juga akan semakin berkembang dan menjadi solusi dari masalah-masalah yang berhubungan dengan informasi.

Fungsi search engine yang semakin berkembang ini mampu menawarkan kemudahan bagi pengguna untuk memperoleh informasi. Kemungkinan, ketergantungan terhadap mesin pencari bisa saja terjadi karena kebanyakan orang ketika ingin mencari informasi melalui internet berasal dari mesin pencari.

Banyaknya pengguna, membuat mesin pencari menjadi peluang tersendiri untuk memasarkan produk atau jasa bagi pemilik usaha atau perusahaan melalui situs web atau media sosial.

Untuk membuat situs website tentu Anda membutuhkan server web hosting atau Virtual Private Server (VPS) untuk menyimpan data-datanya. Tak ada salah untuk mencoba memasarkan produk melalui mesin pencari dengan menggunakan hosting di Indonesia yang terpercaya dan bagus.

Berbeda dengan blog di blogger.com yang hanya membutuhkan domain saja. Tapi fitur yang disediakan sangat terbatas.

Tentukan pilihanmu mulai dari sekarang! Selamat mencoba!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel