10 Kesalahan Dalam Membuat CV yang Harus Dihindari

10 Kesalahan Dalam Membuat CV yang Harus Dihindari

Salah satu faktor penting dalam proses mencari pekerjaan adalah CV (Curriculum Vitae). Karena setiap detail pada CV sangat penting dan punya peran masing-masing menurut sudut pandang tiap perusahaan yang dituju.

CV (Curriculum Vitae) adalah langkah-langkah atau tahapan pertama seleksi yang dilakukan perusahaan terhadap Anda sebagai calon karyawannya.

Bisa diibaratkan CV merupakan iklan yang berisi penjualan terkait jasa apa yang bisa Anda berikan untuk perusahaan yang Anda lamar.

Jika Anda lolos seleksi sesuai dengan kriteria yang diinginkan HRD maka Anda berhak mengikuti tahap seleksi kerja berikutnya.

Bagaimana kalau ditolak? Ini yang sering terjadi dan jangan pernah Anda berharap akan ada panggilan datang dari HRD.

Anda juga harus mempelajari apa saja kesalahan dalam membuat CV. Tujuan apa mas? Agar Anda tidak terjebak pada kesalahan dalam membuat CV yang tidak menarik di mata HRD.

Teruss, apa saja kesalahan dalam proses pembuatan CV (Curriculum Vitae)? Yuk, simak pembahasan dibawah ini.

10 Kesalahan Dalam Membuat CV

1. Typo Alias Salah Ketik saat membuat CV

Salah ketik Alias Typo merupakan hal yang harus Anda hindari ketika menulis sebuah CV. Khususnya bagi Anda yang melamar pada pekerjaan di bidang yang membutuhkan detail dan tingkat ketelitian yang tinggi.

Karena Typo sendiri merupakah hasil dari ketidak-telitian dalam sebuah pekerjaan dan tanda tidak adanya proses kepastian ketika pekerjaan telah dianggap selesai.

Nah, jika Anda tidak ingin dicap sebagai orang yang tidak teliti dan tidak memastikan pekerjaan Anda apakah sudah benar atau belum maka sebaiknya Anda meluangkan waktu sebentar untuk membaca lagi dan merevisi CV Anda agar tidak ada kesalahan dalam penulisan.

2. Font Tidak Standar (Tulisan Sulit untuk Dibaca)

Usahakan gunakan jenis Font yang standar misalnya Serif atau Sans-serif dan jauhi penggunaan font bertipe Handwriting atau Script.

Saya ambil contoh font bertipe Serif yaitu Georgia, Cambria dan semacamnya. Untuk font bertipe Sans-serif yaitu Arial, Calibri dan semacamnya.

Untuk font Handwriting atau Script adalah font yang digunakan untuk kebutuhan estetika (keindahan dan seni). Font handwriting ini tidak cocok untuk dijadikan font utama dalam CV Anda yang seharusnya mengedepankan keterbacaan bukan keindahan bukan!

3. Salah Ketik Nomor atau Alamat Email saat membuat CV

Selalu perhatikan bahwa kontak atau alamat email merupakan akses bagi HRD untuk menghubungi Anda ketika dinyatakan lolos ke tahap seleksi kerja berikutnya.

Jika Anda memasukkan data yang salah maka bisa dipastikan Anda tidak akan menerima panggilan tes selanjutnya dari pekerjaan yang Anda lamar. Pastikan sekali lagi jika kedua hal tersebut telah ditulis di dalam CV Anda sudah benar.

4. Pengalaman Kerja yang Tidak Relevan

Maksud dari pengalaman kerja yang tidak relevan adalah pengalaman kerja terdahulu yang tidak sesuai dengan pekerjaan yang Anda tuju. Gunakan pengalaman kerja yang sesuai dengan pekerjaan yang Anda inginkan. Sehingga dapat memberikan kesan bahwa Anda benar-benar cocok dengan kualifikasi yang dibutuhkan.

Tapi kalau Anda tetap ingin memasukkan pengalaman kerja yang tidak relevan maka sebaiknya pengalaman tersebut mampu menunjukkan keahlian tambahan yang Anda miliki. Dari pengalaman tersebut setidaknya bisa diimplementasikan ke dalam pekerjaan yang baru.

5. Menggunakan Foto yang Alay

Siapa yang pernah menggunakan Foto Alay dalam CV Anda? Jika pernah, sebaiknya mulai dari sekarang hindari penggunaan foto selfie atau foto yang sifatnya santai.

Saya ingatkan sekali lagi bahwa CV (Curriculum Vitae) adalah dokumen yang bersifat formal dan resmi.

Nah, jika Anda masih tetap menggunakan foto alay atau asal-asalan maka bisa dipastikan bahwa Anda tidak akan lolos proses seleksi kerja selanjutnya.

Lalu, standar foto yang resmi itu seperti apa?

Cukup mudah kok, Anda gunakan pakaian formal seperti kemeja dengan dasi atau tanpa dasi dan bisa Anda padukan dengan jas. Oh iya, gunakan latar belakang merah atau biru polos yah.

Anda juga bisa pergi ke tukang foto handal untuk keperluan melamar kerja.

6. Jangan Cantumkan Hobi Anda

Kebanyakan orang mungkin menggunakan informasi hobi dalam CV mereka. Memang hal ini tidak menjadi masalah, tapi bisa mempengaruhi kualitas CV yang Anda miliki. Sebaiknya, Anda tidak mencantumkan keterangan hobi Anda.

Itu karena hobi adalah informasi yang dianggap kurang penting untuk perusahaan. Apalagi jika hobi yang dilampirkan tidak hubungannya sama sekali dengan pekerjaan.

7. Jangan Memasukkan Banyak Informasi yang Tidak Relevan atau Bertele-tele

Maksud dari jangan bertele-tele dalam menulis CV adalah jangan sampai memasukkan banyak informasi dalam CV Anda. Ada yang bilang kalau semakin banyak informasi yang dijabarkan maka semakin baik. Sangking lengkapnya, sampai-sampai memasukkan informasi yang tidak penting. Sehingga tulisan kita menjadi padat dan membuat orang lain tidak fokus pada keterampilan yang Anda miliki.

8. Jangan Berbohong

Anda dan saya pasti setuju jika kejujuran sangatlah penting dalam kehidupan kita termasuk membuat CV lamaran kerja.

Menurut sebuah survey mengatakan bahwa kesalahan dalam menulis CV yang paling besar adalah adanya kebohongan. Hal tersebut bisa berupa kompensasi dari kurangnya kualifikasi yang dimiliki oleh seorang pelamar. Jika Anda berbohong dampaknya akan buruk pada Anda kedepannya.

9. Cantumkan Media Sosial yang Relevan

Jika pekerjaan Anda tidak ada kaitannya, maka sebaiknya jangan mencantumkan tautan Blog, laman Pinterest, Instagram, atau akun media sosial lainnya. Menurut pelamar mungkin memandang bahwa media sosial pribadi mereka sangat berharga tapi sebenarnya mereka menempatkan diri pada risiko tidak diterima.

Menurut pakar karir mengatakan bahwa Anda dapat mencantumkan tautan yang relevan seperti profil LinkedIn Anda atau tautan profesional lainnya yang berkaitan langsung dengan posisi yang Anda incar.

10. Boleh Cantumkan IPK Tapi..

Sebagian dari mereka mengerti bahwa mencantumkan nilai pendidikan atau IPK sangat penting dan diwajibkan oleh beberapa perusahaan. Tapi ada juga perusahaan yang Anda minati tidak memerlukan nilai IPK Anda.

Saya ambil contoh:
  • Perusahaan Bank yang mewajibkan pelamar melampirkan nilai IPK 2.75. Itu kalau nilai IPK Anda sesuai kalau tidak ya.. pasti nggak diterima. Karena itu sudah prosedur perusahaan.
  • Ada juga perusahaan yang tidak memerlukan IPK dan Anda tidak perlu mencantumkannya. Tapi kalau IPK Anda tinggi ya cantumkan saja.

Demikian penjelasan tentang tips membuat CV (Curriculum Vitae) yang baik dan benar. Mulai dari memahami kesalahan yang umum terjadi dan tanpa disadari kemungkinan Anda gagal atau tidak diterima. Ini juga berlaku seperti halnya surat lamaran ya.

Meski Anda sudah menulis CV di komputer ataupun secara manual setidaknya selalu perhatikan setiap bentuk kesalahan secara teliti dan detail. Anda bisa mencari beberapa contoh CV di internet. Semoga informasi ini bermanfaat dan sukses selalu. Amin

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel