Stiker Baru! Ini Cara Mudah Melihat Smartphone Garansi Resmi Xiaomi


Masmalven.com - Persoalan garansi resmi dan distributor kini terlihat semakin sedikit. Hal ini disebabkan oleh harga ponsel garansi resmi Xiaomi yang bahkan lebih murah dari distributor.

Akan tetapi hal ini menimbulkan persoalan baru mengenai bagaimana melihat ponsel Xiaomi dengan garansi resmi sebenarnya.

Kalau yang paham mungkin bisa dengan mudah menebaknya. Bisa lihat dari striker dan lain-lain, namun ada juga yang bisa terjebak karena beberapa produk tidak menggunakan striker namun bergaransi resmi. Bagaimana jika seperti itu?

Sebenarnya semua informasi yang kita butuhkan sudah terdapat di luar kotak. Yaa... saya akan kasih tips paling mudah melihat ponsel Xiaomi yang benar-benar menggunakan garansi resmi.

Ada Stiker Baru dan TAM


Sebagai informasi terbaru saja, Xiaomi kini paham betul kondisi pasar yang mungkin sedikit bingung akan bentuk dari garansi resmi. Oleh sebab itu, pihaknya merilis bentuk striker terbaru dengan tagline "Kami Buatan Indonesia".

Posisinya berada di sudut kiri atas. Kalau sudah lihat striker ini, udah bisa dipastikan smartphone kamu bergaransi resmi. Stiker terbaru ini akan menggantikan posisi stiker TAM yang salam ini kamu lihat.

Jika kamu melihat ada ponsel Xiaomi dengan stiker TAM, hal ini wajar karena stiker terbaru masih diterapkan pada perilisan Redmi Note 8 dan 8 Pro ke atas. Jadi dua stiker tersebut menjadi salah satu tanda garansi resmi Xiaomi.

Label Produksi


Bagaimana kasusnya dengan ponsel Xiaomi yang tidak ada stikernya? Jangan salah, sebelum stiker baru ini muncul, beberapa produk Xiaomi tidak menggunakan stiker namun produksinya sudah atas nama PT Xiaomi Indonesia bukan PT Sat Nusapersada.

Jadi jika kamu punya ponsel Xiaomi yang tidak ada stiker, lihat saja pada bagian belakangnya. Kalau label menuliskan kedua PT tersebut, maka ponsel kamu memang garansi resmi.

Untuk kedepannya, mungkin label produksi akan tertulis PT Xiaomi Indonesia ya...

Cek Sisa Garansi


Langkah 1, Kalau kamu sudah terlanjur beli ponselnya, salah satu cara yang bisa kamu lakukan adalah dengan cek sisa garansi. Untuk situs cek garansi biasanya akan menampilkan negara produksi smartphone. Jika resmi maka akan tampil negara Indonesia.

Langkah 2, pastikan kamu memiliki dus atau kotak smartphone nya. Mengapa demikian? Ini untuk mencocokkan apakah IMEI di kotak sama dengan IMEI ketika dicek melalui smartphone.

Untuk mengetahui IMEI pada smartphone kamu, cukup ketik *#06# pada Dial telepon.

Sekedar informasi ya... jika IMEI kamu berbeda dengan yang ditulis di bagian belakang kotak, maka kemungkinan besar smartphone kamu telah diotak-atik sehingga IMEI nya berubah.

Atau bisa saja kotak smartphone tersebut bukan kotak aslinya (jika beli smartphone bekas).

Langkah 3, buka situs buy.mi.com/id/registration dan ketikkan IMEI (jika menggunakan dual SIM, maka tuliskan saja salah satu nomor IMEI) kamu pada situs tersebut.

Tekan tombol selanjutnya dan akan tampil jenis smartphone kamu, waktu produksi dan waktu aktivasi. Pada situs tersebut juga terlihat dimana negara pembelian smartphone.

Jika menggunakan garansi resmi TAM, maka akan tertulis "Indonesia". Namun jika menggunakan garansi distributor, maka akan tertulis "China" atau negara lainnya.

Untuk melihat sisa garansi, cukup perhatikan waktu aktivasinya. Jika jarak waktu aktivasi dan waktu sekarang lebih dari masa garansi (misalnya satu tahun), maka sisa garansi Xiaomi kamu telah habis. Tidak sulit bukan?

Demikian cara paling mudah dan ampuh untuk menentukan apakah ponsel yang akan kamu beli menggunakan garansi resmi Xiaomi. Karena terkadang hal ini jadi perdebatan terutama yang jual online.

Banyak yang kecewa ketika ponsel yang sampai tidak ada stiker terbaru ataupun TAM. Padahal label produksi bagian belakang sudah tertulis PT Xiaomi Indonesia. Maka dari itu, mari pahami hal-hal diatas agar tidak terjadi kejadian yang sama-sama merugikan konsumen dan penjual.

Garansi resmi Xiaomi sudah makin murah, mungkin garansi distributor sudah bukan pilihan lagi. Bagaimana menurut kamu?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel